Australia Hentikan Kerja Sama Bidang Pertahanan dengan Myanmar

Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne (foto: instagram)
Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne (foto: instagram)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Canberra – Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne menyatakan telah menangguhkan kerja sama dalam sektor pertahanan dengan Myanmar sebagai akibat dari kudeta yang dilakukan junta militer terhadap pemerintah sipil.

Keputusan tersebut diambil di tengah tindakan keras militer Myanmar menghadapi gelombang demonstrasi besar-besaran selama sebulan terakhir sejak terjadi kudeta militer.

“Kami terus mendesak pasukan keamanan Myanmar untuk menahan diri dan menahan diri dari kekerasan terhadap warga sipil,” kata Payne dalam sebuah pernyataan, Minggu (7/3).

Ia menyatakan, anggaran kerja sama tersebut akan dialihkan untuk bantua kemanusiaan terhadap etnis Rohingya.

“Kami akan memprioritaskan kebutuhan kemanusiaan dan yang paling mendesak,” kata Payne, dikutip Reuters.

Pemerintah Australia juga menuntut pembebasan seorang ekonom dan penasihat, Sean Turnell yang ditahan sejak kudeta 1 Februari lalu.

Kudeta militer yang terjadi di Myanmar dalam satu bulan terakhir telah memperparah krisis politik yang terjadi di sana.

Demonstasi anti-kudeta yang terjadi di Myanmar telah menewaskan lebih dari 50 orang.

Selain Australia, sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, Selandia Baru, Kanada, dan Jepang juga menjatuhkan sanksi terkait kudeta.

(ANS/IJS)

 

READ  China Siap Terlibat dalam Redakan Ketegangan di Myanmar

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email