Beri Efek Samping yang Serius, Sejumlah Negara Eropa Tangguhkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Ilustrasi Vaksin korona. (Foto: iStockphoto/Roop_Dey)
Ilustrasi Vaksin korona. (Foto: iStockphoto/Roop_Dey)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

London – Sejumlah negara Eropa menghentikan sementara penggunaan vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca setelah ditemukannya laporan penggumpalan darah terhadap sejumlah orang pasca vaksinasi.

Dikutip Reuters, Denmark menghentikan penggunaan vaksin selama 14 hari mendatang setelah adanya laporan seorang perempuan berusia 60 tahun meninggal akibat penggumpalan darah setelah melakukan vaksinasi, Jumat (12/3/21).

Dalam laporan hasil evaluasi, kemungkinan korban meninggal karena terjadi efek samping serius dari penggunaan vaksin AstraZeneca.

“Saat ini, kami belum dapat menyimpulkan apakah ada kaitannya dengan vaksin tersebut, kami harus melakukan penyelidikan mendalam,” kata Menteri Kesehatan Denmark, Magnus Heunicke, melalui Twitter.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular di Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia (FHI), Geir Bukholm menyatakan, menghentikan sementara penggunaan vaksin sebagai upaya pencegahan.

Namun, ia tidak menjelaskan hingga kapan penangguhan tersebut berakhir.

“Kami akan menunggu informasi jika ada kaitan antara vaksinasi dan kasus penggumpalan darah,” kata Bukholm.

Pemerintah Islandia juga melakukan hal serupa, penangguhan itu dilakukan hingga mendapat laporan dari Badan Pengawas Obat Eropa (EMA).

EMA menyatakkan, hingga kini belum menemukan hubungan antara penggumpalan darah dengan penggunaan vaksin tersebut.

Selain ketiga negara tersebut, pemerintah Italia, Estonia, Lithuania, Luksemburg dan Latvia juga melakukan hal yang sama.

(ANS/IJS)

READ  Ambulans Los Angeles Tolak Pasien dengan Kemungkinan Hidup Rendah

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email