Bersama BNPB, Universitas Mataram Lakukan Pendampingan di Daerah Pascabencana

IMG-20210927-WA0084

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

LOMBOK – Untuk mempercepat pemulihan di daerah yang terkena bencana beberapa waktu lalu, Universitas Mataram (Unram) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melakukan pendampingan sosial di daerah pascabencana di wilayah Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ini berlangsung Mei-November 2021. Kesepakatan kerja sama antara Unram dan BNPB dilakukan via Zoom virtual meeting.

Pemulihan meliputi sejumlah daerah, seperti Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, dan Kabupaten Lombok Timur.

Menurut Direktur PPSE dan SDA BNPB, Dr. Yolak Dalimunthe, SE., MM, kegiatan ini dilakukan untuk segera memulihkan kegiatan sosial masyarakat.

“Pendampingan sosial di daerah pascabencana yang kita lakukan, dimaksudkan untuk segera memulihkan modal-modal sosial masyarakat di wilayah pascabencana. Khususnya untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi sosial dalam rangka pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana,” katanya, Selasa (11/5/2021).

Pemulihan sendiri menyentuh berbagai sektor sosial, terdiri dari psikososial, Kesehatan, Pendidikan, Keagamaan, Warisan Budaya Kebendaan dan bukan kebendaan (Cultural Heritage), Kesenian, Sosial Budaya dan Kehidupan Sosial, Kelembagaan Sosial, dan Olahraga.

“Dengan kegiatan ini, kita ingin meningkatkan kapasitas pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan masyarakat untuk aktivasi kapital atau modal sosialnya. Termasuk mempercepat pemulihan kondisi sosial pasca bencana dalam situasi dan kondisi adaptasi kebiasaan baru dalam situasi pandemi covid-19,” tuturnya.

Selain itu, melalui pendampingan ini Unram dan BNPB ingin meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana pada situasi dan kondisi normal.

“Kita juga meningkatkan peran aktif dan dukungan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta stakeholders lainnya sebagai upaya pemulihan dan peningkatan aktivitas sosial masyarakat di daerah pascabencana,” katanya.

Sementara Ketua Pelaksana Pendampingan Sosial Pascabencana Wilayah Pulau Lombok Unram, Dr. Moh. Taqiuddin, S.Pt., M.Si, menjelaskan alasan pemilihan Lombok Utara, Lombok Barat, dan Lombok Timur, sebagai lokasi pemulihan.

READ  Mau Belajar Menenun dan Belanja Tenun di Lombok, Datang Saja ke Miate

“Ketiga kabupaten ini merupakan wilayah paling terdampak oleh bencana Gempa Bumi 2018 lalu. Lewat kegiatan pemulihan, kita ingin memfungsikan kembali kegiatan atau lembaga sosial dan budaya masyarakat di daerah bencana,” jelasnya.

Dijelaskannya, di setiap kabupaten dipilih 4 desa sebagai lokasi pendampingan.

“Di masing-masing desa, dipilih dan ditetapkan 1 kelompok sasaran pendampingan. Sehingga Total kelompok sasaran pendampingan sosial ada 12 Kelompok,” katanya.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email