Dekati Seratus Jiwa, Korban Tewas Ledakan di Guinea Terus Bertambah

Ilustrasi Ledakan (sumber: IJS Media Network)
Ilustrasi Ledakan (sumber: IJS Media Network)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Malabo – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Equatorial Guinea melaporkan, korban tewas akibat serangkaian ledakan di pengkalan militer di Kota Bata bertambah menjadi 98 orang, Senin (8/3/21).

Korban tewas tersebut bertambah tiga kali lipat dari sebelumnya yang hanya 31 orang. Sebagian besar korban terperangkap pada bangunan yang roboh karena ledakan.

Kemenkes juga telah menyiapkan petugas kesehatan mental seperti psikiater, psikolog, dan perawat untuk menangani korban pasca ledakan.

“Kerusakan tidak hanya fisik tetapi juga mental,” kata kementerian itu dikutip Reuters.

Seperti diketahui, serangkaian ledakan besar terjadi di sebuah pangkalan militer yang disebabkan kelalaian tentara dalam penggunaan dinamit.

Pemerintah setempat telah meminta bantuan dunia dalam membantu upaya pencarian dan penyelamatan korban serta upaya pembangunan pasca kejadian.

“Menyusul ledakan dahsyat di Bata kemarin, Spanyol akan segera mengirimkan bantuan kemanusiaan,” tulis Menteri Luar Negeri Spanyol Arancha Gonzalez Laya di Twitter.

Ledakan ini terjadi kitika Guinea yang merupakan negara produsen minyak tengah dilanda krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan penurunan harga minyak mentah.

Meskipun menjadi negara produsen minyak yang memberikan sekitar tiga perpempat pendapatan negara, nnamun mayoritas penduduk dari total populasi 1,4 jiwa hidup dalam kemiskinan.

(ANS / IJS)

READ  Tingkat Keefektifan Rendah, Malaysia Tunda Distribusi Vaksin Sinovac

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email