Diduga Gunakan Sel dari Janin, Sejumlah Uskup Katolik AS Tunda Vaksinasi

lustrasi Vaksin Covid-19. Foto: Daily Sabah
lustrasi Vaksin Covid-19. Foto: Daily Sabah

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Washinton – Sejumlah uskup Katolik di Amerika Serikat menyerukan agar para jemaat gereja menunda penerimaan vaksinasi dengan menggunakan vaksin Johnson & Johnson, Jumat (5/3/21).

Seruan itu disampaikan mengingat adanya dugaan vaksin tersebut dikembangkan dengan menggunakan sel dari janin yang diaborsi.

Sebelum digunakan darurat di AS, vaksin tersebut telah disetujui oleh kantor doktrinal bagi Gereja Katolik Roma.

Namun, pernyataan terbaru dari Konferensi Para Uskup bertentangan dengan catatan yang disetujui oleh Paus Fransiskus, yang menerima vaksin pada Januari.

Dalam sebuah pernyataan resmi, pihak vaksin Johnson & Johnson membantah tuduhan tersebut.

“Pertentangan dengan catatan yang disetujui oleh Paus Fransiskus, yang menerima vaksin pada Januari,” bunyi pernyataan tersebut.

Pihaknnya menjelaskan jika vaksin tersebut menggunakan vektor adenovirus non-infektif yang tidak aktif, yang mengkode protein “lonjakan” virus corona, dan tidak ada jaringan janin dalam vaksin.

Para produsen vaksin memang terkadang menggunakan sel janin saat pengembangannya.

Menurut seorang ahli penyakit menular di Nebraska Medicine, James Lawler, Pfizer /BioNtech dan Moderna menggunakan sel yang berasal dari jaringan janin untuk menguji vaksin mereka.

Sedangkan vaksin Pfizer/BioNTech menggunakannya dalam pengembangan, konfirmasi dan produksi.

“Sel-sel itu merupakan ribuan generasi yang dikeluarkan dari jaringan asli janin,” kata Lawler.

Seperti diketahui, Johson & Johson adalah vaksin ketiga yang diberi izin digunakan di Amerika Serikat.

Tidak seperti Pfizer / BioNTech dan Moderna, vaksin Johnson & Johnson hanya membutuhkan satu kali suntikan dan dapat disimpan pada suhu normal, sehingga mudah untuk diangkut.

(ANS/IJS)

READ  Pangeran Restui Pembunuhan Khashoggi, AS Jatuhkan Sanksi Sejumlah Elit Arab Saudi

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email