Distribusi Bantuan Belum Mencapai Pedalaman, Pemda Diminta Lebih Sigap Hadapi Bencana

Relawan Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat KKMSB) mendistribusikan bantuan di Sulawesi Barat. (Foto: KKMSB)
Relawan-Kerukunan-Keluarga-Mandar-Sulawesi-Barat-KKMSB-mendistribusikan-bantuan-di-Sulawesi-Barat.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Mamuju – Para pengungsi masih bertahan di tenda pengungsian pada hari ketujuh usai gempa bumi dengan magnitudo 6,2 yang mengguncangkan wilayah Sulawesi Barat (Sulbar).

Kini, bantuan dari pemerintah maupun organisasi masyarakat dalam jumlah besar telah membanjiri posko-posko pengungsian yang tersebar di beberapa lokasi Kota Mamuju dan Majene.

Namun, distribusi masih belum merata sepenuhnya. Bahkan, warga harus ribet dengan administrasi dari pemerintah. Di antaranya harus menyerahkan tanda bukti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga(KK) untuk mendapatkan bantuan sosial.

“Ada laporan, korban gempa diharuskan membawa KK atau KTP bila ingin mendapatkan bansos. Ini sangat mempersulit warga Sulbar. Seharusnya, Pemda tinggal membantu warga untuk dibuatkan KK atau KTP. Warga tidak perlu mencari KTP/KK di reruntuhan gempa,” ujar Ketua Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) se-Indonesia, Muhammad Asri Anas.

Ia menekankan kepada pemerintah agar tidak memberikan beban tambahan kepada korban gempa bumi.

“Jangan memberikan trauma lebih kepada korban gempa, karena mereka sudah trauma dengan adanya bencana. Jangan sampai Pemda malah memberikan problem lagi dengan beban administratif,” tambahnya.

Mantan Anggota DPD RI itu menyarankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat lebih tanggap menghadapi bencana alam. “Selama beberapa hari ini, saya melihat Pemerintah Provinsi dan Kabupaten terlihat belum terlatih untuk menghadapi satu tanggap bencana.

Asri mengusulkan, Pemda memiliki tim khusus yang menangani masalah bantuan dan pengungsi. “Kami mengharapkan, Pemda dan Pemkab harus benar-benar belajar membentuk tim dan menangani pelbagai masalah gempa bumi.

Dalam hal ini mekanisme mitigasi terlihat lamban. Pada hari keempat, masih ada orang yang diambil dari reruntuhan gempa. Bahkan, di hari yang sama, daerah-daerah pedesaan belum terjangkau logistik. Pemda harus sangat berterimakasih karena dibantu relawan Pemerintah Pusat. “Bila tidak, proses evakuasi akan semakin lama,” ujar Asri Anas.

READ  Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Gempa di Mamuju

Kemudian, KKMSB meminta kepada pemerintah agar logistik yang sudah diterima langsung didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

“Jadi jangan disimpan dulu, baru didistribusikan. Saya memiliki bukti, ada salah satu desa di Sulbar (Ulumanda), warga di sana tidak mendapatkan bantuan pemerintah. Padahal, desa tersebut juga termasuk desa yang terdampak cukup parah.

Kami berharap, tenaga medis juga perlu ditambah oleh pemerintah pada minggu ini

“Saya mendengar ada beberapa relawan yang sudah terserang penyakit. Bila relawan tidak ada, maka tidak ada yang mendistribusikan logistik dengan baik.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email