Dorong Pelaku Seni Rupa Jadi Enterpreneur, Kemenparekraf Gelar Pelatihan Artistic

IMG-20210626-WA0018

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

LOMBOK – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong pelaku ekonomi kreatif sub sektor seni rupa menjadi enterpreneur. Dalam kerangka itu, Kemenparekraf/Baparekraf menyelenggarakan pelatihan Art Training and Clinic (Artistic).

Pelatihan SDM sub sektor seni rupa diikuti oleh 50 orang peserta itu diselenggarakan pada 24-25 Juni 2021 di SIMA Hotel, Mandalika Lombok, NTB.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya menuturkan, pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas SDM pelaku ekraf sub sektor seni rupa. Menurutnya, ada potensi yang cukup besar untuk mendongkrak kreativitas mereka menjadi seorang enterprenuer. “Pelatihan ini salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas pelaku ekraf di bidang seni rupa untuk menjadi enterpreneur,” papar Wisnu, Sabtu (26/6/2021).

Dikatakannya, untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif usai pandemi, maka daya inovasi dan kreativitas merupakan faktor pendorong utama untuk mengungkit kembali pergerakan ekonomi. Enterpreneurship merupakan jalan agar daya kreativitas dan inovasi terpacu.

“Di era industri 4.0 saat ini daya kreativitas dan inovasi merupakan hal utama untuk beradaptasi dengan perkembangan kemajuan zaman. Dengan enterpreneurship pelaku ekraf dapat meningkatkan skill, baik dalam berkarya maupun kreativitas dalam memasarkan hasil karyanya,” tutur dia.

Dijelaskannya, tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan dan keterampilan tentang bagaimana menjadi entrepreneur di bidang seni rupa. “Pelaku ekraf di bidang seni rupa harus kreatif dalam memasarkan produknya. Pelatihan enterpreneur untuk mereka ini adalah upaya kami mengembangkan kapasitas diri peserta agar menjadi enterprenuer di bidangnya,” tutur dia.

Menurut Direktur PSDM Ekraf, Erwita Dianti menjelaskan seni rupa merupakan karya yang dihasilkan oleh kreativitas. Namun dalam memasarkan produknya, terjadi kendala yang cukup besar. Sehingga, diperlukan inovasi kreatif agar produk yang dipasarkan dapat menarik minat wisatawan. “Cara-cara pemasaran produk kreatif akan menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung dan membeli produk mereka. Kita berharap kegiatan ini bermanfaat untuk menggeliatkan kembali perekonomian di sini,” harap dia.

READ  AHY Sebut Oknum Lingkaran Istana Ingin Ambil Alih Partai Demokrat

Koordinator Edukasi III Kemenparekraf/Baparekraf, Toar RE Mangaribi menjelaskan, kegiatan pelatihan ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan Swab Antigen pada semua peserta dan panitia yang hadir. Aspek penting dari kegiatan ini menurut Toar adalah membangkitkan jiwa wirausahawan para peserta pelaku ekonomi kreatif. “Saat ini, pemasaran produk merupakan hal utama yang mesti dikedepankan di tengah persaingan yang cukup ketat. Dalam konteks persaingan, kreativitas adalah cara merebut pasar. Nah, pelatihan enterpreneur ini dimaksudkan untuk mendorong semangat berkreasi para peserta,” papar Toar.

Dengan begitu, Toar optimistis produk unggulan seni rupa di Lombok-Mandalika akan dapat merebut pasar dan diminati wisatawan. Yang terpenting, kata dia, kreativitas memasarkan baik secara online maupun offline adalah hal yang mesti dikedepankan. “Era perkembangan terkini kreativitas pemasaran menjadi kata kunci utama bagaimana produk kita dapat diminati wisatawan. Seni rupa bukan lagi sekadar untuk dinikmati saja, tapi kini harus berorientasi bisnis karena ada potensi besar di dalamnya,” tambah Toar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah, Lendek Jayadi mengapresiasi kegiatan ini dan berterimakasih atas kerja sama dan support kepada Kemenparekraf/Baparekraf yang telah mengadakan kegiatan ini di kota Mandalika, Lombok. “Kami berharap kegiatan ini bermanfaat untuk kembali menggerakkan roda ekonomi dan pariwisata yang sempat terdampak Covid-19,” harap dia.

Para peserta mendapat paparan dari narasumber berkompeten di antaranya Andi Wintarso yang membawakan materi “Teori Dasar Drawing (Menggambar Garis, Menggambar Lingkaran, Menggambar Diri Sendiri) dan Teori Warna. Narasumber lainnya Decy Agitasari dan Hellena Maya Windusaru yang membawakan materi “Aplikasi Drawing (Komposisi dan Keseimbangan), Teori Desain Craft”, M Hafidullah dengan materi “Social Media Marketing.” Tak hanya mendapat materi, peserta diajak membuat produk seni rupa dengan konten lokal khas Lombok.(***)

READ  Naikan Kompetensi Seniman, Program STAGE Digulirkan di Labuan Bajo

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email