Gelombang Sudah Berlalu, Selandia Baru Cabut Peringatan Status Tsunami

Ilustrasi Gempa (sumber: IJS Media Network)
Ilustrasi Gempa (sumber: IJS Media Network)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Wellington – Manajemen Darurat Nasional (NEMA) Selandia Baru mencabut stastus peringatan tsunami. Pihaknya memastikan gelombang tinggi sudah berlalu, Jumat (5/3/21).

“Semua orang yang dievakuasi sudah dapat kembali kerumah masing-masing,” tulis NEMA dalam keterangan resminya dikutip Reuters.

Sebelumnya Selandia Baru diguncang tiga kali gempa besar. Gempa magnitudo pertama berkekuatan 7,3 dan gempa berkekuatan 8,1 melanda Kepulauan Kermade.

Tidak lama setelahnya terjadi gempa susulan berkekuatan 7,4 di wilayah yang sama dan memicu terjadinya tsunami.

NEMA mengimbau warga yang berada di sekitar pantai utara agar segera mengevakuasi diri dalam waktu kurang dari delapan jam.

Pihaknya memperkirakan gelombang pertama tsunami tiba di pantai utara sekitar pukul 9.45 pagi waktu setempat dengan ketinggian air mencapai tiga meter.

Daerah yang sempat terancam tsunami antara lain Bay of Islands hingga Whanarei, Matata ke Teluk Tolaga, termasuk Whakatane, Opotiki, dan Pulau Great Barrier.

Negara tetangga, Australia juga mengeluarkan peringatan tsunami di Pulau Norfolk, wilayah kecil Negeri Kanguru yang memiliki 1.750 penduduk.

Sejauh ini pemerintah setempat belum memberikan laporan terkit kerusakan dan korban jiwa akibat gempa tersebut.

Kedutaan Besar RI di Selandia Baru mengatakan seluruh warga Indonesia telah diminta untuk mengevakuasi ke tempat tinggi.

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, mengatakan ada sekitar 7.000 WNI yang tinggal di Selandia Baru saat ini. Lebih dari 50 persen WNI tinggal di  Auckland dan sekitarnya.

(ANS/IJS)

READ  Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Jepang, Pihak Berwenang Selidiki Pembangkit Nuklir

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email