Lalai Gunakan Dinamit, Kamp Militer Guinea Meledak

Ilustrasi Ledakan (sumber: IJS Media Network)
Ilustrasi Ledakan (sumber: IJS Media Network)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Malabo – Serangkaian ledakan besar terjadi di sebuah pangkalan militer di Kota Bata, Guinea Ekuatorial. Akibat dari ledakan itu, sebanyak 15 orang tewas dan melukai lebih dari 500 orang, Minggu (7/3/21).

Presiden Guinea, Teodoro Obiang Nguema mengatakan, ledakan itu disebabkan kelalaian tentara dalam penggunaan dinamit.

Stasiun televisi nasional TVGE menyiarkan proses evakuasi yang dilakukan oleh tim penyelamat dari tumpukan puing.

Dalam tayangan tersebut juga terlihat kepulan asap tebal akibat ledakan itu .

“Kami mendengar ledakan dan kami melihat asap, tapi kami tidak tahu apa yang terjadi,” kata seorang warga setempat, Teodoro Nguema, dilansir AFP.

Rumah sakit setempat kewalahan dalam menangani para korban luka, bahkan sebagian korban terpaksa berbaring di lantai akibat terbatasnya tempat tidur.

Rumah sakit juga kehabisan stok darah sehingga mengimbau warga agar membantu dengan mendonorkan darah guna membantu para korban.

Bata adalah kota terbesar di Guinea yang kaya minyak dan gas. Sekitar 800 ribu orang dari 1,4 juta penduduk yang tinggal di sana mayoritas hidup dalam kemiskinan.

Menteri Luar Negeri Spanyol Arancha Gonzalez Laya dalam akun Twitter resminya menyampaikan dukanya bagi korban tewas dari ledakan itu.

“Kami turut prihatin dengan ledakan yang terjadi di Menyusul perkembangan di kota Bata, Guinea Ekuatorial,” kata Menteri Luar Negeri Spanyol Arancha Gonzalez Laya di Twitter.

(ANS/IJS)

READ  Diduga Gunakan Sel dari Janin, Sejumlah Uskup Katolik AS Tunda Vaksinasi

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email