Mayoritas Warga Swiss Setuju Pelarangan Penggunaan Cadar di Tempat Umum

Warga Swiss Menyetujui Pelarangan Penggunaan Cadar (foto: independent.co.uk)
Warga Swiss Menyetujui Pelarangan Penggunaan Cadar (foto: independent.co.uk)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Zurich – Sebagian besar warga Swiss menyetujui pelarangan penggunaan cadar di tempat umum setelah kelompok pendukung memenangkan pemungutan suara yang dilakukan, Minggu (8/3/21).

Dikutip Reuters, hasil sementara menunjukan kelompok pendukung menang tipis dengan perolehan angka 51,2-48,8 persen.

“Di Swiss, tradisi kami adalah menunjukkan wajah Anda. Itu adalah tanda kebebasan dasar kami, ”kata Walter Wobmann, ketua komite referendum dan anggota parlemen untuk Partai Rakyat Swiss.

Meskipun sebagian besar negara Eropa mengizinkan penggunaan cadar, namun menurutnya hal itu tidak berlaku di Swiss, bahkan menyebut cadar merupakan simbol politik Islam ekstrim.

Sejumlah kelompok muslim menentang pemungutan suara tersebut dan mengatakan hal ini semakin mengucilkan minoritas Muslim.

“Keputusan hari ini membuka luka lama, semakin memperluas prinsip ketidaksetaraan hukum, dan mengirimkan sinyal yang jelas untuk mengucilkan minoritas Muslim,” kata Dewan Pusat Muslim di Swiss.

Sementara itu Federasi Organisai Islam di Swiss mengatakan, pelarangan ini bukan merupakan pembebasan bagi kaum perempuan, namun sebuah langkah mundur ke masa lalu.

Sebelumnya, Prancis telah melarang penggunaan cadar sejak tahun 2011. Sementara itu Denmark, Austria, Belanda, dan Bulgaria juga melarang pengguanaan cadar di tempat umum.

Menurut data dari Universitas Lucerne menyatakan, Dari total popalasi 8,6 juta orang, sekitar 5 persen adalah penduduk Muslim yang berasal dari Turki, Bosnia, dan Kosovo.

Pihaknya menambahkan, dari total penduduk Muslim di Swiss, hanya sekitar sekitar 30 wanita yang menggunakan cadar.

(ANS/IJS)

READ  Trump Resmi Dilengserkan DPR AS

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email