Pengadilan Malaysia Izinkan Umat Kristen Gunakan Kata “Allah”

Pengadilan Malaysia Izinkan Umat Kristen Gunakan Kata "Allah" (foto: Pixabay)
Pengadilan Malaysia Izinkan Umat Kristen Gunakan Kata "Allah" (foto: Pixabay)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Kuala Lumpur – Pengadilan Tinggi Malaysia resmi mengizinkan umat Kristen negaranya menggunakan kata “Allah” yang merujuk kepada Tuhan, Kamis (11/3/21).

Selain kata “Allah”, pengadilan juga memutuskan mengizinkan umat Kristen menggunakan kata-kata lain yang berasal dari bahasa Arab.

Dilansir CNN, ketiga kata tersebut, yakni “Kaabah” (tempat suci umat Islam di Mekkah), “Baitullah” (Rumah Tuhan) dan” Solat “(doa).

Hakim Pengadilan Tinggi, Datuk Nor Bee Ariffin mengatakan, kelompok yang melarang penggunaan keempat kata itu ilegal dan tidak mematuhi peraturan.

“Kebebasan untuk menganut dan mengamalkan agama harus mencakup hak untuk memiliki materi keagamaan,” katanya.

Persoalan penggunaan kata “Allah” telah menjadi pertentangan di Malayasia dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini bermula ketika pada tahun 2008, kepolisian Malaysia menyita sebuah CD dari seorang warga beragama Kristen, Jill Ireland Lawrence Bill karena menggunakan kata “Allah” dalam judulnya.

Bill kemudian menggugat aturan tersebut tentang larangan umat Kristen menggunakan kata itu di tempat umum.

Hal ini membuat Muslim di Malaysia yang berjumlah hampir dua pertiga dari populasi geram hingga memicu terjadinya ketegangan antara kedua kelompok agama.

Sementara itu, sejumlah komunitas Kristen berpendapat, mereka telah lama menggunakan kata “Allah” yang merujuk kepada Tuhan.

Ini bukan kali pertama pengadilan Malaysia terpecah belah atas penggunaan kata itu.

Sebelumnya, dalam kasus terpisah, surat kabar Katolik setempat The Herald menggugat pemerintah setelah mengatakan tidak dapat menggunakan kata itu dalam edisi bahasa Melayu pada surat kabarnya.

Pada tahun 2009, pengadilan yang lebih rendah memutuskan mendukung The Herald dan mengizinkan mereka menggunakan kata tersebut.

Keputusan itu memicu ketegangan agama antara Muslim dan Kristen. Puluhan Gereja dan Masjid diserang dan dibakar.

READ  PM Inggris Sebut Varian Baru Covid-19 Lebih Mematikan

Hingga pada 2013, putusan itu dibatalkan oleh Pengadilan Banding dan membuka kembali aturan larangan tersebut.

(ANS/IJS)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email