Rasis Hingga Hubungan Memanas, Harry-Meghan Ungkap Sejumlah Hal Terkait Kerajaan

Pangeran Harry dan Meghan Markle (foto: instagram)
Pangeran Harry dan Meghan Markle (foto: instagram)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

London – Pangeran Harry dan Meghan Markle mengungkapkan tindakan rasis yang dilakukan salah satu anggota kerajaan Inggris dengan mengkhawatirkan warna kulit anak mereka nantinya.

Dikutip Reuters, hal itu diungkapkan keduanya dalam sebuah wawancara program televisi Oprah Winfrey yang disiarkan oleh CBS, Senin (8/3/21).

Wawancara ini menjadi perdana yang dilakukan pasangan tersebut sejak keduanya menyatakan keluar dari kerajaan Inggris setahun lalu.

Menteri Urusan Anak-anak Inggris, Vicky Ford menanggapi hal tersebut dengan mengatakan jika perbuatan rasisme tidak bisa diterima.

“Sama sekali tidak ada tempat untuk rasisme dalam masyarakat kita,” kata Vicky Ford kepada Sky News.

Selain isu rasisme, Meghan dan Pangeran Harry juga membeberkan sejumlah hal terkait kehidupan keduanya dan kerajaan dikutip CNN.

Meghan ingin bunuh diri

Kehidupan keluarga kerajaan yang sangat terisolasi dan kesepian. Selain itu ia merasa tidak mendapat dukungan dari kerajaan hingga membuatnya kerap kali membuatnya berpikir untuk bunuh diri.

“Saya memberitahu kerajaan mengenai kondisi mental saya dan saya perlu pergi ke suatu tempat. Namun mereka menolak dengan mengatakan hal itu tidak baik bagi kerajaan,” katanya.

Meghan dan Harry merasa terjebak dalam keluarga

Pangeran Harry mengungkapkan jika dia, ayah dan kakaknya terjebak dalam sistem lingkungan kerajaan.

Meghan bahkan mengatakan jika dirinya tidak pernah mendapatkakn bimbingan formalitas tentang peran di kerajaan.

“Tidak seperti yang Anda lihat di film, tidak ada kelas tentang cara berbicara, cara menyilangkan kaki, cara menjadi bangsawan,” katanya.

Ia bahkan harus menggunakan Google untuk menghafalkan lagu kebangsaan Inggris agar tidak mempermalukan keluarga.

Di balik perpisahan mereka dari gelar bangsawan

Harry berkata, pada dasarnya ia tidak pernah benar-benar meninggalkan keluarga. Ia mengatakan hanya mundur dari peran resmi mereka.

READ  Swab Anus Dinilai Lebih Efektif Deteksi Virus Covid-19

“Kurangnya dukungan dan kurangnya pemahaman adalah alasan paling sederhana mereka pergi,” katanya.

Ia mengkhawatirkan akan terulangnya sejarah. Seperti yang terjadi pada ibunya, Diana. Harry khawatir nantinya akan lebih parah mengingat tingginya rasisme dan kuatnya media sosial.

Hubungan mereka dengan Ratu dan Pangeran Charles dan William

Harry mengaku, hubungan ia dengan saudarannya, Pangeran William dan ayahnya, Pangeran Charles jauh lebih tegang dibandingan hubungannya dengan Ratu.

“Saya sempat dua kali menghubungi ayah saya, namun kini ia tidak pernah mengangkat telepon dari saya,” katanya.

Pangeran Harry mengaku kecewa dengan sikap ayahnya, meskipun ia mengerti ayahnya sibuk dengan banyaknya pekerjaan.

“Namun Archie adalah cucunya,” ungkapnya.

“Saya akan tetap mencintainya (ayahnya),” tambahnya.

Sementara itu saudaranya, Pangeran William, Harry berkata meskipun keduanya telah melalui banyak kesedihan bersama, tapi kini Harry dan William berada di jalan yang berbeda.

(ANS/IJS)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email