Senator Bastian Puji Kades Bumi Jaya Lamsel Berhasil Bangun Alun-alun Desa

Anggota Komite I DPD RI Ahmad Bastian SY,
Anggota Komite I DPD RI Ahmad Bastian SY,

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Lampung Selatan – Anggota DPD RI daerah pemilihan (dapil) Lampung, Ahmad Bastian mengunjungi salah satu smart village yang ada di Kabupaten Lampung Selatan. Saat menyerap aspirasi masyarakat dalam masa reses ini, Bastian mendorong pengembangan ekonomi warga melalui smart village.

Smart village yang dikunjungi Ahmad Bastian hari ini, Kamis (18/2/2021), adalah Desa Bumi Jaya, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. Kehadiran Bastian disambut oleh Camat Wasidi, Kapolsek Candipuro AKP Ahmad Hazuan, Kepala Desa Bumi Jaya Aris Mustofa, serta aparatur desa dan tokoh masyarakat setempat.

“Suatu kebanggaan saya, masuk di Desa Bumi Jaya ini yang dipimpin oleh Kepala Desa yang masih muda, penuh energi, Aris Mustofa. Saya bangga karena saya melihat ada perubahan secara landscape wajah Desa Bumi Jaya,” ungkap Ahmad Bastian saat menyapa warga Desa Bumi Jaya.

Bastian memuji alun-alun desa yang menjadi wajah Bumi Jaya kini berubah menjadi pusat kuliner. Alun-alun Desa Bumi Jaya yang sebelumnya tak berfungsi, saat ini menjadi objek wisata desa.

“Masuk Desa Bumi Jaya kan ada lapangan, selama ini kumuh. Tadi saya lihat sudah menjadi objek wisata desa. Ini artinya ada perubahan yang signifikan dan ada korelasi pemimpin muda terhadap proses pembangunan desa, Alhamdulillah,” kata Bastian.

Anggota Komite I DPD RI ini mengaku memutuskan meninjau langsung Desa Bumi Jaya yang kini menjadi smart village atas permintaan camat. Bastian menyatakan kebanggaannya karena Desa Bumi Jaya kini sudah jauh lebih maju.

“Saya di-WA oleh Pak Camat soal smart village. Kata beliau ‘desa saya juga mengembangkan smart village, mohon kanda bisa hadir’. Karena kehadiran DPD itu dari rakyat untuk rakyat, saya atur waktu,” ucapnya.

READ  Tinjau Gempa Sulbar, Jokowi Janji Bangun Kembali Fasilitas Umum dan Rumah Penduduk

“Saya berharap di desa ini apa yang menjadi program desa, apa yang didapat dari dana desa itu bisa mestimulan gerakan masyarakat untuk menuju keadilan dan kesejahteraan,” imbuh Bastian.

Bastian juga memuji Desa Bumi Jaya yang sudah memiliki WiFi dan website desa. Meski begitu, ia mendorong agar aparatur desa yang kebanyakan anak muda untuk bisa memanfaatkan fasilitas smart village di Bumi Jaya untuk meningkatkan kehidupan masyarakatnya.

“Kalau kita bicara smart village, desa ini harus dibuat adaptatif dengan digitalisasi dengan paltform informasi. Di sini desa yang banyak memproduksi padi, kalau smart village harus cerdas memanfaatkan agar ada nilai tambah, apakah diolah menjadi tepung padi,” ucap Bastian.

Mantan anggota DPRD Lampung Selatan itu pun mendoronga agar kelompok PKK dan dasawisma setempat mengembangkan usaha desa. Bastian memberi contoh, pengolahan hasil tanam yang dijadikan tepung padi bisa kembali dikembangkan oleh kelompok sosial warga menjadi kue.

“Kan ada dasawisma, kelompok PKK (pembinaan kesejahteraan keluarga). Jadi bisa berkolaraborasi misalnya dibuat kue dari tepung padi itu. Saya melihat yang menjadi aparatur desa orang-orang muda. Jarak geografis Bumi Jaya dengan Bandar Lampung dan Kalianda itu jauh, tapi dengan teknologi kejauhan geografis bisa ditanggulangi dengan cepat,” sebutnya.

“Teman-teman yang adaptatif ini menjadi jembatan sehingga hasil produksi dari Bumi Jaya bisa sampai di Bandar Lampung, ini suatu terobosan yang harus dilakukan generasi muda sehingga gambaran Bumi Jaya sebagai smart village betul-betul komprehensif,” tambah Bastian.

Dengan smart village, masyarakat desa tidak harus membawa produksi taninya ke pasar. Bastian menyebut, smart village harus mendatangkan pasar bagi warga sehingga meningkatkan perekonomian daerah.

“Bisa juga tanaman jagung diolah jadi popcorn, pasti akan ada penambahan nilai. Tinggal kita cari pasarnya. Atau bisa variasi jagung lain sehingga pasar akan datang ke sini. Pasar datang dari teknologi, itulah fungsi smart village,” urainya.

READ  Ahmad Bastian Siap Dampingi Ponpes di Lampung Terhadap Program-program Kemenag

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Bumi Jaya menyampaikan keluhan warganya yang mayoritas merupakan petani terkait irigasi Rawa Sragi. Petani mengeluhkan jalan usaha tani menjadi terhambat karena akses jalan di sekitar bendungan menjadi tidak memadai.

Bastian pun meminta kepada aparatur desa di Kecamatan Candipuro untuk menyusun daftar inventaris masalah (DIM) terkait masalah yang ada di daerah tersebut. Dengan demikian, ia bisa membantu masyarakat Candipuro menyampaikan aspirasi ke Pemerintah Provinsi.

“Supaya persoalan Rawa Sragi ini bisa betul-betul memberikan nilai ekonomis yang bagus untuk masyarakat, bukan sebaliknya. Adanya Rawa Sragi menurut Pak kades tadi, tronton padi yang bawa hasil pertanian di sana jadi nggak bisa keluar. Ini kan jadi persoalan. Pemerintah membangun Rawa Sragi itu untuk ketahanan pangan kita, kenapa kok menjadi sebaliknya,” kata Bastian.

Ia menegaskan senator hadir untuk memberikan pendampingan kepada rakyat, khususnya yang berada di dapilnya. Apalagi, kata Bastian, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti sudah mengingatkan agar para senator selalu mendampingi permasalahan yang dihadapi rakyat.

“Mungkin mereka yang ada di Provinsi, di Balai Besar barangkali matanya tidak sampai, telinganya tidak mendengar persoalan. Oleh karena itu kita yang proaktif ke sana. Maka pak kades, pak camat dibuat DIM-nya, biar nanti saya yang mendampingi,” tegasnya.

“Karena kami di DPD sudah mendapat arahan dari Bapak LaNyalla Mahmud Mattalitti untuk selalu membantu menyampaikan aspirasi masyarakat. Sebab kami kami DPD itu lahir dari rakyat dan bekerja untuk rakyat,” pungkas Bastian. (ijs/elz)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email