Sulit Ditangkap, Polisi Lepas Tembakan Saat Sergap Komplotan Curanmor Tangsel

Penangkapan komplotan pencurian sepeda motor (curanmor) yang kerap beraksi di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel). (NTMC Polri)
Penangkapan komplotan pencurian sepeda motor (curanmor) yang kerap beraksi di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel). (NTMC Polri)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Tangerang – Anggota Kepolisian Resor Kota Tangerang terpaksa melepaskan tembakan saat melakukan penangkapan komplotan pencurian sepeda motor (curanmor) yang kerap beraksi di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) pada Jumat dini hari (22/1/2021). Satu dari empat pelaku menjadi sasaran tembak tepat di bagian kaki sebab melakukan perlawanan.

“Kami menangkap keempat tersangka di daerah Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sekitar pukul 04.00 WIB,” jelas Kapolres Kota Tangsel, AKBP Iman Imanuddin di Mapolresta Kota Tangsel, Selasa (26/1/2021).

Keempat tersangka berinisial YA (28 tahun), MG (22), MAS (27), dan AA (21). Pada penangkapan tersebut, petugas menemukan 10 sepeda motor yang merupakan hasil curian. Iman menyebut, semua motor itu merupakan hasil pencurian selama dua tahun di 10 lokasi di wilayah Tangsel. Dalam setiap aksinya, mereka menggunakan kunci T yang sudah dimodifikasi untuk merusak kunci kendaraan.

READ  Melawan Saat Akan Ditangkap, Densus 88 Polri Tembak Mati Mertua dan Menantu Terduga Teroris

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Angga Surya Saputra menambahkan, lokasi-lokasi di Tangsel yang pernah menjadi tempat komplotan curanmor ini beraksi di antaranya Pondok Aren, Cisauk, dan Ciputat. Ia menyebut keempat tersangka hanya beroperasi di wilayah Tangsel. Para pelaku pun diketahui tak punya target khusus dalam melakukan aksinya. Mereka melakukan pencurian secara acak.

“Dari keempat pelaku, dua di antaranya merupakan residivis,” imbuhnya.

Seiring dengan penangkapan komplotan curanmor ini, Angga pun mengimbau kepada masyarakat yang merasa pernah kehilangan motor dan sudah membuat laporan kehilangan agar segera menghubungi polisi.

Kini keempat pelaku dijerat Pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara tujuh tahun. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email