Utusan Khusus PBB: Sampai Kapan Kekerasan Myanmar Dibiarkan?

Salah satu korban tewas demonstrasi di Myanmar (foto: Twitter)
Salah satu korban tewas demonstrasi di Myanmar (foto: Twitter)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

New York – Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener meminta Dewan Keamanan PBB segera mengambil tindakan tegas terhadap junta militer yang berkuasa.

Menurutnnya, tindakan dari PBB diperlukan dalam mengatasi kekerasan yang dilakukan militer Myanmar terhadap demonstran anti-kudeta hingga menyebabkan lebih dari 50 orang tewas.

“Dewan harus tegas dalam mengambil tindakan dan berdiri teguh bersama Rakyat Myanmar, serta mendukung hasil pemilu November lalu,” katanya dalam pertemuan tertutup 15 anggota Dewan Keamanan PBB, dikutip Reuters, Jumat (5/3/21).

“Berapa banyak korban lagi dan sampai kapan kita biarkan militer Myanmar lolos?” tambahnya.

Dikutip dari AFP, Burgerner membeberkan setiap harinya menerima sekitar 2.000 pesan dari Myanmar yang mendesak tindakan internasional.

Burgerner kembali menyerukan kekuatan dunia internasional untuk bertindak tepat waktu mendorong pemilihan demokrasi di Myanmar.

Pada demonstrasi Jumat, polisi menembaki pengunjuk rasa dan menewaskan satu orang. Dewan Keamanan PBB menurut laporan Reuters, telah menyuarakan keprihatinan atas keadaan darurat di Myanmar, tapi berhenti mengutuk kudeta lantaran pertentangan dari Rusia dan China.

Kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan militer Myanmar telah memicu kemaharan dunia.

“Penggunaan kekerasan terhadap rakyat Myanmar harus dihentikan sekarang,” kata Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dalam sebuah tweet, menyerukan pembebasan Suu Kyi dan tahanan lainnya dan untuk pemulihan demokrasi.

Amerika Serikat dan beberapa negara Barat lainnya bahkan telah menjatuhkan sanksi terbatas pada sejumlah junta militer.

(ANS/IJS)

READ  Alibaba dan Ant Group Akan Diambil Alih Pemerintah Cina

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email